INI KARIR ANDA: TANGGUNG JAWAB ANDA UNTUK MERENCANAKAN DAN MENGEMBANGKAN KARIR ANDA
APA YANG DIMAKSUD DENGAN PERENCANAAN KARIR???
Perencanaan karir adalah suatu proses pengkajian diri dan penetapan tujuan yang dilakukan secara terus menerus yang membantu perawat beradaptasi terhadap perubahan dalam pengembangan diri mereka sendiri, profesi dan lingkungan dimana mereka berada dan praktik.
Karir memerlukan perhatian dan harus dipupuk, karena karir merupakan pengungkapan kehidupan tentang bagaimana seseorang menginginkan dirinya mengisi kehidupan di dunia. Sejalan dengan perkembangan karir, keterampilan juga berkembang, kebutuhan berubah, dan tujuan serta rencana juga berkembang. Karir sebagai perawat secara umum dapat diuraikan dalam lima tahapan:
1. Pembelajaran, yang terjadi ketika mengikuti program pendidikan dasar dan tambahan pembelajaran dengan spesialisasi.
2. Awal, ketika perawat baru lulus memilih pekerjaan pertama sebagai perawat dalam bidang keperawatan.
3. Komitmen, ketika perawat mengidentifikasi apa yang disukai dan tidak disukai dalam hal bidang keilmuan keperawatan, geografis dan kehidupan kerja, dsb.
4. Konsolidasi, ketika perawat merasa nyaman dengan pilihan jalur karirnya dan hubungan antara personal dan professional.
5. Menarik diri, ketika perawat siap untuk pensiun dari bekerja.
Tahapan ini menunjukkan perkembangan melalui karir bukan perkembangan melalui pekerjaan. Pada tiap tahap, seseorang bisa saja memiliki lebih dari satu pekerjaan atau jabatan. Perencanaan karir amat berperan pada tiap tahap karir perawat. Perencanaan karir bukanlah peristiwa pada satu waktu saja, namun lebih dari itu, yaitu suatu proses yang menjadi bagian dari pemapanan keterampilan dan pengalaman serta memampukan perawat untuk berkembang sebagai seorang professional dan mencapai tujuan personal.
Mengapa perencanaan dan pengembangan karir suatu hal yang penting???
Begitu banyak perubahan dan perkembangan yang terjadi di dunia dan merupakan tantangan dan peluang bagi profesi dan insan keperawatan. Perubahan itu sendiri sudah menjadi norma dan menciptakan lingkungan di mana individu harus dapat mengendalikan karirnya. Perawat tidak bisa lebih lama lagi tergantung pada pihak lain untuk merancang masa depan karirnya. Perencanaan karir secara terus menerus merupakan strategi yang dapat menawarkan berbagai cara untuk merespons perubahan jangka pendek dan jangka panjang dalam profesi, pelayanan kesehatan, tempat kerja.
Proses perencanaan dan pengembangan karir membantu perawat untuk menjawab empat pertanyaan berikut:
• Dimana saya sebelumnya?
• Dimana saya sekarang?
• Kemana saya ingin melangkah?
• Bagaimana saya sampai ke sana?
Ini merupakan suatu proses pengembangan keterampilan hidup, yang dapat diterapkan oleh perawat di tempat bekerja dan dalam kehidupan pribadi.
Perencanaan pengembangan karir
Pengembangan karir lebih merupakan suatu proses yang berulang dan terus menerus dan bukan suatu proses yang berjalan dalam garis luru. Tentunya dalam perencanaan pengembangan karir memerlukan perawat untuk memahami pekerjaan dan lingkunan kehidupannya, mengkaji kekuatan dan keterbatasan yang dimiliki, memvalidasi hasil kajian tersebut, mengartikulasikan visi karir personal, menyusun rencana ke depan yang realistic, dan kemudian memasarkannya untuk mencapai tujuan karir yang didambakan.
Menurut ICN (2001) pengembangan karir terdiri dari lima tahap:
1. Membaca situasi lingkungan anda.
2. Melengkapi kajian diri dan realitas.
3. Menciptakan visi karir anda.
4. Menyusun rencana karir yang strategik.
5. Memasarkan diri anda sendiri.
1. Membaca situasi lingkungan anda:
Membaca situasi lingkungan berarti memahami kenyataan terkini tentang sistem pelayanan kesehatan, lingkungan kerja dan kecenderungan masyarakat, pelayanan kesehatan, dan keperawatan ke depan secara global, nasional bahkan lokal. Proses ini penting bagi perawat untuk lebih mengetahui, belajar melihat dunia dengan sudut pandang yang berbeda, serta mampu mengidentifikasi peluang karir, baik untuk saat ini, maupun untuk masa mendatang. Untuk dapat membahami situasi lingkungan, berikut ini pertanyaan yang dapat membantu anda melengkapi informasi yang diperlukan tsb, yaitu:
• Apa isu sosial/kesehatan yang tampaknya menjadi fenomena global?
• Apa isu keperawatan yang terjadi dalam lingkup global?
• Apa saja kecenderungan social dan kesehatan di Negara anda?
• Apa isu yang mempengaruhi perawat di Negara anda?
• Apa isu sosial dan kesehatan yang penting di daerah anda?
• Apa isu keperawatan yang penting di daerah anda?
• Kesenjangan apa yang terdapat antara kebutuhan klien/konsumer dan pelayanan yang diberikan?
2. Melengkapi kajian diri dan realitas
Tahap ini akan membantu anda untuk mengidentifikasi nilai, pengalaman, pengetahuan, kekuatan dan keterbatasan yang harus terkait dengan situasi lingkungan, sehingga dapat membantu menciptakan visi karir dan mengidentifikasi arah pengembangan anda ke depan. Pada dasarnya ketika melakukan pengkajian terhadap diri sendiri, anda memfokuskan kepada pengenalan tentang sifat, atau apa yang anda dapat tawarkan. Jelas pertanyaan yang perlu dijawab adalah: “Siapa saya?” dan “Bagaimana orang lain melihat saya.?
Pengkajian terhadap diri sendiri memerlukan refleksi diri, kemampuan untuk mempertanyakan hal yang sulit, dan memvalidasi jawaban anda dengan bantuan orang lain. Selanjutnya, akan memungkinkan anda untuk meningkatkan keterampilan dan bakat anda serta memahami keterampilan apa saja yang perlu ditingkatkan. Ini hanya mungkin terjadi apabila anda dapat memberikan gambaran yang akurat tentang diri anda, dalam suatu konteks potensi peluang dan memutuskan pilihan yang terbaik untuk diri anda sendiri.
Untuk menjawab “siapa saya”?, tidak cukup dengan menjelaskan apa yang anda lakukan dan apa pekerjaan anda, tapi lebih dari itu, yaitu dengan menguraikan keyakinan, nilai, pengetahuan, keterampilan dan minat. Jawaban pertanyaan tentang nilai dan minat, menjadi amat penting
Pertanyaan untuk mengetahui tentang nilai, antara lain:
• Apa yang penting dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi saya?
• Siapa atau apa yang saya perlu pertimbangkan dalam kehidupan saya pada saat ini?
• Apa yang menjadi prioritas saya: diri sendiri, keluarga, komunitas atau orang lain?
• Pengetahuan dan keterampilan apa yang sudah saya kembangkan, baik secara personal maupun professional?
• Apa kekuatan atau kelebihan saya?
• Apa kekurangan saya?
• Apa pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk pengembangan lebih lanjut?
Sedangkan pertanyaan untuk dapat mengidentifikasi minat, adalah:
• Apa yang paling anda sukai dari pekerjaan yang lalu dan yang sekarang?
• Lingkungan seperti apa yang mengoptimalkan potensi anda?
• Apa yang anda suka lakukan di luar pekerjaan anda?
• Apa yang memotivasi saya?
Setelah selesai mengevaluasi nilai dan minat, selanjutnya diperlukan untuk mengkaji kekuatan, kelemahan dan keberhasilan yang signifikan, di mana anda merasa berada pada suatu tingkat keberhasilan tertinggi baik secara personal maupun professional. Untuk itu pertanyaan yang perlu dijawab adalah:
• Apa keberhasilan yang paling berarti dalam pekerjaan maupun di luar pekerjaan anda dalam tiga hingga lima tahun terakhir?
• Bisakan anda uraikan perbedaan apa yang terjadi dalam kehidupan personal maupun professional anda saat itu?
Apapun hasil pengkajian diri yang sudah dilakukan, perlu divalidasi dengan bagaimana orang lain memandang anda yang amat dibutuhkan untuk meningkatkan penghayatan diri dan memfasilitasi pertumbuhan anda. Oleh karena itu, pertanyaan berikut perlu dijawab:
Umpan balik apa yang saya terima dari sejawab, sahabat dan keluarga tentang keberhasilan saya?
• Apa kelemahan dan kekuatan atau kelebihan saya yang mereka identifikasi?
• Apa tiga kata sifat yang mereka akan gunakan untuk dapat menjelaskan tentang diri saya, baik di lingkungan kerja, maupun di luar lingkungan kerja, dan mengapa?
• Bagaimana hasil pengkajian diri saya dibandingkan dengan hasil pengkajian orang lain?
3. Menciptakan visi karir anda.
Setelah menetapkan gambaran nyata dan komprehensif tentang nilai, keyakinan, pengetahuan, dan keterampilan diri, maka selanjutnya anda siap untuk memikirkan tentang kesempatan anda, karena visi karir anda amat terkait dengan siapa anda sebenarnya saat ini dan akan menjadi apa anda ke depan. Menciptakan visi karir, amat tergantung pada jawaban atas pertanyaan “Apa yang saya inginkan?” yang akan memberikan arah dan mengantisipasi atau memanfaatkan peluang yang ada. Visi anda tidak harus realistis dan tidak perlu mengkawatirkan bahwa visi anda terlalu besar atau tampak tidak mungkin untuk dicapai, yang penting harus dapat mengispirasi anda. Pertanyaan berikut dapat mengarahkan visi anda:
• Apa yang saya inginkan? Apa yang saya cari?
• Seperti apa hari yang ideal bagi saya? Apa yang sedang saya lakukan?, dimana saya melakukannya?, dan siapa bersama saya?
• Apakah ada orang yang melakukukan pekerjaan sesuai dengan keiningan saya? Uraikan karakteristik pekerjaan tersebut.
• Keyakinan apa yang membatasi saya untuk melakukan apa yang sebenarnya saya inginkan?
• Apa kendala yang ada di lingkungan yang harus saya pertimbangkan sebelum saya bisa melakukan apa yang menjadi keinginan saya?
4. Menyusun rencana karir yang Responsif
Rencana karir responsif terdiri dari tujuan, kegiatan, batas waktu dan sumber yang anda perlukan untuk membantu anda mencapai visi karir yang dicita citakan. Tahapan perencanan karir:
a. Tetapkan tujuan: Tetapkan tujuan pengembangan karir anda yang realistic dan dapat dilakukan yang memotivasi bahwa saya dapat mewujudkannya.
b. Spesifikasi langkah: Setelah menetapkan tujuan, gunakan langkah langkah tindakan yang spesifik berupa kegiatan konkrit. “Agar dapat mencapai tujuan ini, saya akan ………”
c. Identifikasi sumber: Identifikasi siapa dan apa yang akan membantu anda mengimplementasikan rencana, termasuk sumber atau potensi sumber yang tersedia.
d. Tetapkan batas waktu: Penetapan batas waktu penting dilakukan untuk memudahkan dalam mengatur kegiatan.
e. Identifikasi esponsiv keberhasilan: Seperti keberhasilan yang anda inginkan, catat indicator personal anda untuk membantu mengevaluasi rencana pada tiah tahpa perekmbangan, indikator ini bisa bersifat intrinsik dan eksternal.
Perencanaan karir yang anda buat harus dinamis, responsif terhadap lingkungan personal anda dan menstimulasi secara professional. Rencana ini perlu penyesuaian secara terus menerus berdasarkan kondisi yang berkembang di lingkungan atau tahap perkembangan karir yang sudah dicapai.
5. Memasarkan diri anda sendiri.
Pemasaran diri memerlukan keterampilan dalam mengemas kualitas personal dan professional, sifat atau karakter dan kepakarana anda, sehingga dapat mengkomunikasikannya secara efektif. Apa yang anda bisa tawarkan dan mengapa anda orang yang terbaik untuk bisa memenuhinya. Untuk dapat memasarkan diri secara efektif, anda perlu:
a. Membina jejaring: Jejaring diperlukan untuk menyebarkan dan memapar kepada orang lain tentang kelebihan dan keberhasilan anda. Penting untuk selalu mengingat siapa yang mengenal anda. Ketika anda bertemu dengan seseorang, fokuskan pada siapa anda dan apa yang anda bisa lakukan untuk mereka. Mempunyai jejaring memungkinkan anda untuk memposisikan diri anda sendiri secara strategik dan mempertahankan keterpaparan keprofessionalan diri anda. Selanjutnya anda perlu membangun dukungan kelompok yang percaya pada anda dan ingin anda sukses.
b. Menemukan mentor: Mentor diperlukan untuk membimbing anda mentransformasikan mimpi anda menjadi kenyataan. Perawat yang sudah berpengalaman dan sudah mengkontribusi secara bermakna pada profesi keperawatan, biasanya berminat untuk berbagi pengetahuan dan kemampuan kepemimpinannya kepada perawat yang masih kurang berpengalaman, sebagai mentor. Hubungan sosial, kelompok atau komunitas dan hubungan bisnis juga merupakan sumber yang amat penting.
c. Mengembangkan keterampilan berkomunikasi secara tertulis maupun langsung: Untuk memasarkan diri, anda perlu mempunyai business card, resume tentang biodata anda yang menampilkan keunikan diri anda. Resume harus bisa ditulis secara meyakinkan tentang pengetahuan, keterampilan dan bakat anda, yang dapat langsung menjelaskan siapa anda dan apa yang anda bisa lakukan untuk mereka. Membuat berbagai tulisan di media massa, jurnal professional, atau bahkan membuat website personal. Keterampilan memasarkan diri sendiri secara langsung memerlukan pengembangan penampilan melalui kemampuan berbicara secara professional sambil selalu mengingat siapa anda dan apa yang anda bisa tawarkan untuk mereka. Pada tahap yang lebih lanjut, wawancara merupakan alat pemasaran diri yang amat efektif.
d. Membangun citra bisnis dan profesi: Bagi perawat yang sudah bekerja, citra bisnis atau profesi ini penting untuk membuat atasan dan sejawat anda menyadari kontribusi anda. Membangun citra berarti menjaga dan memelihara terus track record anda agar tetap baik, positif dan spesial. Perlu diingat bahwa citra positif dibangun secara bertahap.
Membangun karir anda berarti membangun keterampilan kepemimpinan yang berkarakter, mempunyai visi dan berpikir strategik, memiliki kesadaran yang tinggi dan responsif terhadap lingkungan, kemampuan untuk mempengaruhi, memotivasi rasa percaya, diplomatis, membangun kerja tim, kemitraan dan aliansi, and last but not least…mampu memasarkan diri anda sendiri.
Tunggu apa lagi, siapa takut…….mulai dari sekarang bertanggung jawablah atas pengembangan karir professional anda. Gunakan kesempatan dengan cara yang strategik. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pengembangan personal dan professional anda yang akan memberikan kepuasan luar biasa dan membuat anda untuk mengakui:”Saya bangga sebagai perawat professional”… I feel so special!” and of course I am so proud to be an Indonesian Nurse…”. One day you would introduce yourself by saying:” I am a business nurse..”Indonesian business nurse….!” WOooow….Great!!!
Jakarta, 29 Februari 2008
Achir Yani S. Hamid
From : www.fikui.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar